f

Membuat alias IP di Windows

Artikel ini mungkin artikel yang sudah basi banget, tapi Insya Allah berguna bagi para newbie, toh kita semua pasti pernah menjadi newbie, dan gak ada ceritanya kalau kita begitu nongol di bumi ini langsung jadi expert. Ya kan?

Oke, apa sih kegunaan alias IP itu, sebenarnya banyak, tapi kita pakai saja contoh implementasi termudah. Misal di rumah kita ada koneksi Internet, misalnya pake ADSLnya Speedy, atau pake Cable Modem, atau pake koneksi WiMAX, atau whatever lah. Nah, umumnya perangkat-perangkat tersebut hanya akan menyediakan 1 port RJ45 (port buat kabel UTP tuh) saja.




Karena kita biasanya butuh ngeshare koneksi tersebut, belilah kita peralatan seperti Hub atau Switch atau Access Point buat koneksi wireless. Contoh kasusnya seperti ini: semisal PC/Laptop kita sudah terkonfigurasi dengan IP tertentu (biasanya karena terminal kita ini terkoneksi via Switch/Hub ke koneksi Internet kita), misal IP kita 10.10.1.151. Nah dari switch, hanya tersedia 1 port tersisa, sementara kita butuh ngeshare buat 10 orang lagi. Kita pingin share buat kesepuluh orang tadi dengan Access Point, misal merk Linksys (tidak ada maksud promosi sama sekali, hanya kebetulan produk ini banyak dipake).

Secara default, biasanya produk Access Point Linksys (mis: WRT 54G) akan memiliki IP default 192.168.1.1. Nah untuk konfigurasi kita biasanya harus “bersusah-susah” terlebih dahulu mengubah IP kita yang sudah paten tadi (di contoh ini 10.10.1.151) menjadi IP yang sejaringan sama si Linksys tadi (misal dengan mengubah menjadi 192.168.1.11) agar dapat berkomunikasi. Jika kita mengubah IP tadi, secara otomatis, koneksi Internet yang sedang kita pake jadi terputus, karena kita sudah berada di jaringan yang berbeda (192.168.1.x VS 10.10.1.x). Nah kita nggak pingin hal itu terjadi. Solusinya adalah dengan membuat alias IP. Dengan alias IP, pada saat yang bersamaan, PC kita tetap terkoneksi dengan Internet dengan IP 10.10.1.151 dan kita pun bisa konfigurasi Linksys kita yang punya IP 192.168.1.1.

First step-nya, buka properties dari network card kita. Kemudian kita pilih Properties, setelah jendela Properties terbuka, kita klik tombol Advanced. Gambar di bawah mengasumsikan bahwa IP komputer saya memiliki IP 10.10.1.151/24 (/24 artinya netmask 255.255.255.0) dengan default gateway 10.10.1.1 yang berarti koneksi Internet akan diarahkan ke 10.10.1.1.



Setelah langkah di atas dilakukan, akan muncul jendela Advanced tadi, pilih tombol Add untuk menambahkan alias IP yang kita inginkan. Setelah muncul jendela TCP/IP Address, masukkan alamat yang kita inginkan. Dalam contoh ini saya isi 192.168.1.11 netmask 255.255.255.0 untuk menyesuaikan dengan alamat IP Linksys WRT54G saya yang beralamat di 192.168.1.1.



Nah setelah terkonfigurasi (tentu dengan mengOK kan semua opsi tadi), kita dapat langsung menngkonfigurasi Access Point kita melalui web browser di http://192.168.1.1. Dengan demikian kita dapat langsung mengkonfigurasikan Access Point tadi agar bisa konek ke Internet. Dalam kasus ini, AP Linksys kita akan diberi alamat 10.10.1.152. Setelah kita merubahnya, tanpa mengubah IP kita kembali, pada saat menyimpan konfigurasi di Access Point, kita akan langsung masuk ke alamat http://10.10.1.152.

Bandingkan jika anda tidak memiliki alias IP, step pertama anda harus mengubah IP anda agar sesuai dengan IP Linksys, step kedua anda harus mengkonfigurasi Linksys agar bisa konek ke internet (dengan menjadikan IP WRT54G ke satu network dengan koneksi Internetnya), step ketiga anda harus mengembalikan lagi IP anda, agar PC anda bisa kembali mengakses Internet. Too much kan ?

Baca Selengkapnya....

Router Sederhana Menggunakan Debian

Pembuatan router menggunakan debian tidaklah sulit:
1. Instalasi Operating System Linux Debian
2. setting ip address pada debian dengan mengetikkan perintah:
#nano /etc/network/interface
auto eth0
allow-hotplug eth0
iface eth0 inet static
address 172.26.78.19
netmask 255.255.255.224
network 172.26.78.0
broadcast 172.26.78.31
gateway 172.26.78.1
# dns-* options are implemented by the resolvconf package, if installed
dns-nameservers 124.81.116.2

auto eth1
iface eth1 inet static
address 192.168.10.1
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.10.255

3. kemudian setting buat iptablesnya dengan mengetikkan perintah dibawah ini
#iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -s 192.168.10.0/24 -j MASQUERADE (belum ada squid)


#iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -s 192.168.10.0/24 -j MASQUERADE
Setelah itu simpan dengan mengetikkan perintah:
#iptables-save > /etc/iptables.conf
#echo “iptables-restore < /etc/iptables.conf” >> /etc/network/if-up.d/iptables
#chmod 755 /etc/network/if-up.d/iptables
4. Setting ipforward dengan mengetikkan perintah:
#nano /etc/sysctl.conf
net.ipv4.conf.default.rp_filter=1
net.ipv4.ip_forward =1
net.ipv4.conf.default.forwarding=1
net.ipv6.conf.default.forwarding=1
#sysctl -p /etc/sysctl.conf -A (untuk merestart ip forward)
#sysctl -A|grep forward

Baca Selengkapnya....

"Harry Potter And The Deathly Hallows"


Temen2 sekarang seri terakhir dari harry potter sudah ada lho. JK Rowling kini sudah menyelesaikan seri harry potter yang terakhir yang berjudul "Harry Potter And The Deathly Hallows".Buku terakhir ini menggambarkan dengan sangat jelas bagaimana kehancuran dan kengerian yang dibawa oleh Voldemort dan pengikutnya, dunia sihir yang tengah di ambang kehancuran, teror yang mana hanya peperangan yang bisa mengakhirinya, dan juga sebuah generasi yang kemudian dengan gagah dan berani berdiri untuk menghadapi semua itu dengan keyakinan mereka masing-masing.Tapi, lebih dari semua itu, kita bisa melihat, tokoh utama buku ini, Harry Potter, dengan usianya yang sudah matang, lahir menjadi seorang pahlawan. Banyak sekali ramalan dan perkiraan serta kejadian dalam seri Harry Potter yang telah banyak memberikan kejutan kepada para pembacanya. Bukan hanya bagaimana Dumbledore, penyihir terkuat, dengan segala tindakannya telah memberi kita petunjuk dalam buku ini, tetapi juga fakta mengenai Severus Snape yang diungkapkan. Saat Harry dan teman-temannya berjuang untuk menghancurkan horcrux (benda yang menyimpan jiwa Voldemort), klimaks dari cerita ini bahkan mengharuskan Harry bertarung dengan dirinya sendiri. Dengan kesadaran bahwa dirinya adalah sebagian dari jiwa Voldemort, Harry harus bertempur untuk hidupnya. Bagaimana kelanjutan cerita menegangkan ini? Buku ini sungguh hadir membawa suasana luar biasa! Pantas kita acungkan jempol untuk sang penulisnya.


Meninggalkan rumah Dursley

Harry Potter memasuki umur 17 tahun di mana ia mencapai umur kedewasaan secara dunia sihir. Sebelum berumur 17 tahun, Harry masih terlindung dari Voldemort selama ia tinggal di rumah keluarga Dursley yang memiliki pertalian darah dengannya. Dengan memasuki umur kedewasaannya, mantera itu akan terangkat dengan sendirinya dan mengharuskan Harry untuk melindungi dirinya sendiri.

Atas informasi dari Severus Snape, Lord Voldemort dan para pengikutnya mengetahui informasi mengenai akan terangkatnya mantera perlindungan ini dan berencana untuk menyergap Harry ketika ia akan meninggalkan rumah keluarga Dursley. Voldemort juga sedang mencari tongkat sihir baru yang dapat mengatasi tongkat sihir Harry. Sesaat sebelum mantera perlindungan Harry berakhir, keluarga Dursley diamankan ke tempat yang dirahasiakan, dan beberapa anggota Orde Phoenix tiba untuk mengawal Harry ke tempat yang aman. Enam orang menyamar sebagai Harry, tapi Harry yang asli ketahuan dalam perjalanan dan diserang oleh Voldemort dan para Pelahap Mautnya. Harry berhasil melarikan diri ke rumah keluarga Weasley, the Burrow, tapi Hedwig dan Mad-Eye Moody terbunuh dalam pertempuran.

Beberapa hari kemudian, Menteri Sihir Rufus Scrimgeour tiba di kediaman Weasley dan memberikan warisan Dumbledore untuk mereka: Deluminator untuk Ron (alat seperti korek api yang dapat memadamkan/menyalakan cahaya); buku mengenai kisah anak-anak sihir untuk Hermione; dan untuk Harry, pedang Godric Gryffindor dan Snitch pertama yang ditangkap Harry dalam pertandingan Quidditch pertamanya. Namun demikian, pedang Gryffindor ditahan oleh Menteri Sihir, karena kementerian berpendapat bahwa pedang tersebut bukanlah milik Dumbledore. Belakangan, dari Snitch itu muncul sebuah petunjuk yang ditulis oleh Dumbledore: "Aku membuka pada akhirnya" (bahasa Inggris: "I open at the close"). Walaupun ketiganya tidak belum dapat mengetahui mengapa Dumbledore meninggalkan masing-masing mereka benda-benda tersebut, mereka mempercayai bahwa benda-benda itu dimaksudkan entah bagaimana untuk membantu mereka menemukan horcrux-horcrux Voldemort.

Pencarian Horcrux

Dalam resepsi pernikahan Bill Weasley dan Fleur Delacour, Patronus dari Kingsley Shacklebolt muncul dengan peringatan bahwa Kementerian Sihir telah kalah dan para Pelahap Maut sedang mendatangi mereka. Harry, Ron, dan Hermione melarikan diri dengan berdisapparate, dan akhirnya berlindung di markas besar Orde Phoenix yang telah ditinggalkan di Grimmauld Place nomor dua belas, rumah yang diwarisi Harry dari Sirius Black. Di rumah ini, Harry mendapati bahwa ternyata adik Sirius, Regulus yang tewas oleh Voldemort, memiliki nama Regulus Arcturus Black yang berinisial sama dengan "R.A.B." yakni orang yang mengambil Horcrux liontin Salazar Slytherin dari gua pinggir laut yang tersembunyi.[HP6] Hermione teringat pernah melihat sebuah liontin di antara barang-barang milik Kreacher, peri rumah di tempat itu. Kreacher memberitahu bahwa Mundungus Fletcher telah mencuri liontin itu dari si peri rumah dan menggunakannya untuk menyogok Dolores Umbridge. Yakin bahwa liontin itu salah satu Horcrux yang sedang mereka cari, ketiganya memasuki Kementerian Sihir menggunakan samaran Ramuan Polijus. Mereka berhasil mengambil liontin itu dari leher Umbridge tanpa disadarinya, tapi tempat persembunyian mereka di Grimmauld Place berhasil diketahui musuh.

Ketiga sahabat itu melarikan diri. Mereka tidak berhasil membuka apalagi menghancurkan liontin itu, dan bergantian memakai liontin itu untuk menjaganya. Mereka juga berhasil mengetahui bahwa pedang "warisan Dumbledore" yang ditahan oleh kementerian sebenarnya adalah pedang tiruan; dan bahwa pedang Gryffindor yang aslilah yang dapat menghancurkan Horcrux-Horcrux itu. Harry hendak mencari pedang itu, tapi Ron, yang khawatir akan keamanan keluarga dan kecewa karena ternyata Harry tidak memiliki rencana apa pun dari Dumbledore, meninggalkan Harry dan Hermione. Keduanya kemudian pergi ke Godric's Hollow untuk mencari pedang itu. Di sana, mereka disergap oleh Voldemort dan Nagini. Ketika mereka berhasil melarikan diri, Hermione tanpa sengaja mematahkan tongkat sihir Harry.

Di Hutan Dean, Harry melihat sebuah Patronus berbentuk Rusa betina di dekat tempat mereka berkemah. Patronus itu membawanya ke sebuah kolam es berisikan pedang Gryffindor. Ketika Harry berusaha untuk menyelam ke dalam kolam es untuk mengambil pedang tersebut, Horcrux liontin yang dikenakannya tiba-tiba mengetat dan berusaha mencekik lehernya. Ron, yang menggunakan Deluminator untuk mencari Harry dan Hermione, tiba dan berhasil menyelamatkan Harry dari tenggelam di kolam itu, mengambil pedang, dan kemudian berhasil menghancurkan liontin itu. Ron memperingatkan Harry dan Hermione bahwa nama Voldemort sekarang telah menjadi dimanterai terlarang - sehingga orang yang berani menyebut nama itu akan menyebabkan tempatnya bersembunyi akan tersingkap.

Relik Maut


Simbol Relik Maut (the Deathly Halows)

Ketiga sahabat pergi mengunjungi Xenophilius Lovegood, ayah Luna, untuk menanyakan mengenai simbol yang pernah mereka lihat digunakan oleh Xenophilius dan simbol yang sama dengan simbol yang ada di buku anak-anak milik Hermione. Lovegood menyatakan bahwa simbol itu adalah simbol dari Relik Maut (the Deathly Hallows), tiga benda legendaris yang dapat menaklukkan kematian: Tongkat sihir Elder (Elder Wand), Batu Kebangkitan (Resurrection Stone), dan Jubah Gaib. Ketika ditekan mengenai keberadaan Luna, Lovegood mengakui bahwa para Pelahap Maut telah menculik putrinya; dan bahwa ia juga telah memberitahu Kementerian Sihir (yang telah dikontrol oleh para Pelahap Maut) mengenai keberadaan ketiganya; namun mereka berhasil melarikan diri.

Beberapa pemburu harta karun menangkap ketiganya di perkemahan mereka setelah Harry secara ceroboh menyebut nama Voldemort. Mereka dipenjarakan di rumah keluarga Malfoy, bersama-sama dengan Luna Lovegood, Dean Thomas, Ollivander si pembuat tongkat sihir, dan goblin Griphook. Ketika menemukan pedang Gryffindor di antara milik mereka, Bellatrix Lestrange mencurigai bahwa mereka telah mencuri masuk ke tempat penyimpanan miliknya di Bank Gringott. Bellatrix menyiksa Hermione untuk mendapatkan informasi. Dobby berapparate ke penjara bawah tanah tempat mereka semua disekap dan menyelamatkan mereka. Petter Pettigrew turun ke bawah tanah untuk menyelidiki kegaduhan dan mencekik Harry, yang mengingatkan bahwa Pettigrew berhutang nyawa kepadanya.[HP3] Cengkeraman Pettigrew melemah, tangan peraknya terlepas dan mencekik tuannya sendiri sampai mati sebagai balasan hutang nyawa itu. Harry dan Ron berlarian menaiki tangga untuk menyelamatkan Hermione. Ron melucuti Bellatrix sementara Harry mengalahkan dan mengambil tongkat sihir Draco. Dobby muncul kembali dan mereka berempat berapparate ke rumah Bill dan Fleur Weasley. Sesaat sebelum mereka menghilang, Bellatrix melemparkan pisau dan secara fatal menembus tubuh Dobby.

Di kediaman Bill, Ollivander membenarkan akan keberadaan Tongkat Elder itu. Ia juga mengungkapkan bahwa sebuah tongkat sihir dapat memilih untuk berganti ke tuan yang baru jika pemiliknya dikalahkan atau dilucuti. Tindakan Bellatrix meyakinkan ketiga sahabat itu bahwa ada Horcrux lain yang disembunyikan di lemari besi Lestrange. Dengan bantuan Griphook, mereka memasuki Gringotts dan berhasil mengambil Horcrux yang lainnya, Piala Helga Hufflepuff. Griphook mencuri pedang Gryffindor, karena menganggap bahwa pedang itu sesungguhnya adalah milik kaum Goblin, dan ketiga sahabat berhasil melarikan Horcrux Piala itu. Dengan kejadian ini, Voldemort, yang berhasil mencuri Tongkat Elder dari makam Dumbledore, menyadari sepenuhnya bahwa Harry Potter dan sahabat-sahabatnya sedang mencari dan menghancurkan Horcrux-Horcruxnya. Secara tidak sengaja, pikiran Harry terhubung dengan pikiran Voldemort yang mengungkapkan bahwa ada satu lagi Horcrux yang disembunyikan di Hogwarts. Harry segera menyadari bahwa Horcrux di Hogwarts ini adalah Mahkota Rowena Ravenclaw.

Pertempuran Hogwarts

Di Hogsmeade, Aberforth Dumbledore membantu Harry, Ron, dan Hermione untuk menyelinap masuk ke Hogwarts. Harry memperingatkan para staf pengajar Hogwarts bahwa Voldemort akan segera datang menyerbu. Orde Phoenix, Laskar Dombledore, para pelajar, dan banyak alumni Hogwarts tiba di sana ketika para pengikut Voldemort tiba menyerang. Pertempuran ini memakan banyak korban, di antaranya adalah Fred Weasley, Remus Lupin, Nymphadora Tonks Lupin, dan Colin Creevey. Sementara Harry mencari Horcrux Mahkota itu, Ron dan Hermione memasuki Kamar Rahasia untuk mengambil taring ular Basilisk yang dahulu dibunuh oleh Harry.[HP2] Hermione menggunakan taring itu untuk menghancurkan Horcrux Piala Hufflepuff. Dalam pencarian itu, Harry kemudian teringat bahwa ia pernah melihat Mahkota itu di Kamar Kebutuhan. Di kamar itu, ketiganya diserang oleh Malfoy, Crabbe, dan Goyle. Crabbe mempergunakan mantera Fiendfyre yang sangat kuat yang malah membunuh dirinya sendiri tapi juga menghancurkan mahkota itu.

Pikiran Harry terhubung dengan pikiran Voldemort kembali, dan ketiganya segera pergi ke Shrieking Shack. Mereka mendengar Voldemort memberitahu Snape bahwa Tongkat Elder tidak dapat digunakannya dengan baik dikarenakan Snape telah menjadi tuan atas Tongkat itu setelah Snape membunuh pemilik Tongkat itu sebelumnya, Albus Dumbledore.[HP6] Voldemort yakin bahwa dengan membunuh Snape maka Tongkat itu akan menjadi miliknya seutuhnya. Ia menyuruh Nagini untuk membunuh Snape, kemudian pergi ke Hogwarts. Ketika Snape sedang jatuh sekarat, ia memberikan Harry memorinya. Memori ini kemudian mengungkapkan bahwa Snape, sekalipun tidak sepenuhnya baik, adalah orang yang setia kepada Dumbledore, didorong oleh cinta seumur hidupnya kepada ibu Harry, Lily Potter. Dumbledore, yang hidupnya sudah tidak lama lagi akibat kutukan yang mengenainya dari Horcrux Cincin Gaunt, telah menyuruh Snape untuk membunuh Dumbledore bila perlu, untuk melindungi peranan Snape dalam Orde Phoenix dan juga untuk menggantikan Draco Malfoy yang ditugasi Voldemort untuk membunuh kepala sekolahnya. Adalah Snape juga yang mengirimkan Patronus Rusa betina yang mengantar Harry ke pedang Gryffindor. Memori itu juga mengungkapkan bahwa Harry sendiri adalah Horcrux — Voldemort tidak akan dapat dibunuh selama Harry masih hidup.

Pasrah akan nasibnya, Harry pergi seorang diri ke Hutan Terlarang di mana Voldemort telah menunggu. Dalam perjalan itu, Harry menemukan petunjuk dari Snitch, yang membuka dan di dalamnya terdapat Batu Kebangkitan. Harry memanggil arwah dari orang tuanya, Sirius Black dan Remus Lupin, yang menenangkan dan menemaninya ke tempat Voldemort. Ia kemudian membiarkan kutukan Voldemort, Avada Kedavra, mengenai dirinya. Harry terbangun di suatu tempat seperti di dunia lain dan tidak yakin apakah ia masih hidup atau sudah mati. Albus Dumbledore muncul dan menjelaskan bahwa bagian jiwa Voldemort yang berada di dalam diri Harry telah dihancurkan oleh kutukan pembunuh itu. Ia menjelaskan juga bahwa seperti Voldemort tidak dapat dibunuh sementara bagian jiwanya masih tersisa, maka Harry juga tidak dapat dibunuh sementara darahnya masih mengalir di tubuh Voldemort. Harry, yang berhasil "mengalahkan maut" dengan menyatukan ketiga Relik Maut, mendapat pilihan untuk "meninggalkan dunia" atau kembali hidup di dunia.

Harry hidup kembali, tapi ia berpura-pura telah tewas. Voldemort menyuruh untuk membawa Harry ke Hogwarts sebagai tanda kemenangan. Ketika pertempuran memanas kembali, Harry memakaikan dirinya sendiri Jubah Gaib. Neville menarik pedang Gryffindor dari Topi Seleksi dan berhasil memenggal kepala Nagini, menghancurkan Horcrux terakhir. Penduduk desa Hogsmeade, para Centaurus dari hutan, dan para peri rumah Hogwarts ikut masuk dalam pertempuran melawan para Pelahap Maut, yang mulai berbalik kalah unggul dalam jumlah. Di dalam puri, McGonagall, Kingsley, dan Slughorn berduel melawan Voldemort; sementara Ginny, Hermione, dan Luna melawan Bellatrix Lestrange. Ketika sebuah kutukan pembunuh hampir mengenai Ginny, Molly Weasley terjun ke pertempuran, mendorong para gadis menjauh, dan dengan sengit bertempur dengan Bellatrix. Ia berhasil membunuh Bellatrix dengan manteranya. Harry menampakkan dirinya kembali dan menantang Voldemort. Harry berhasil menyimpulkan bahwa Voldemort bukanlah pemilik sejati dari Tongkat Elder. Ketika Draco Malfoy melucuti Dumbledore di Menara Astronomi, Draco tanpa sadar telah menjadi pemilik Tongkat Elder; dan ketika Harry belakangan merebut tongkat Draco, ia sendiri menjadi pemilik baru yang sejati dari Tongkat Elder. Voldemort melemparkan Kutukan Pembunuh kepada Harry yang dilawan Harry dengan Mantera Pelucutan Senjata; namun Tongkat Elder melindungi tuannya sehingga kutukan Voldemort memantul dan berbalik membunuh Voldemort sendiri.

Setelah pertempuran berakhir, Harry mendatangi lukisan Dumbledore. Ia memberitahu bahwa ia akan menyimpan Jubah Gaib itu, tapi untuk mencegah ketiga Relik Maut itu bersatu kembali, Batu Kebangkitan akan dibiarkan di tempat ia terjatuh di Hutan Terlarang, dan Tongkat Elder akan dikembalikan ke makam Dumbledore. Jika Harry kelak meninggal tanpa terkalahkan, maka kekuatan Tongkat Elder akan padam seiring dengan kematiannya. Lukisan Dumbledore menganggukkan persetujuannya. Sebelum menempatkan Tongkat Elder kembali ke makam itu, Harry mempergunakannya untuk memperbaiki tongkat sihirnya sendiri yang telah patah.

Epilog

Sembilan belas tahun kemudian, Harry telah menikah dengan Ginny Weasley, dan mereka memiliki tiga anak bernama James, Albus Severus, dan Lily. Ron dan Hermione juga menikah dan memiliki dua anak, Rose dan Hugo. Keluarga-keluarga itu bertemu di Stasiun King's Cross, di mana Albus akan memasuki tahun pertamanya bersekolah di Hogwarts. James, anak pertama mereka, sudah bersekolah di Hogwarts, sementara Lily baru akan masuk ke Hogwarts dua tahun kemudian.

Anak baptis Harry yang berumur sembilan belas tahun, Teddy Lupin, ditemukan berciuman dengan Victoire Weasley (putri Bill dan Fleur) di salah satu kompartemen kereta. Teddy tampaknya sangat dekat dengan keluarga Potter, dengan perkataan Harry, "Ia sudah datang untuk makan malam bersama empat kali seminggu."

Harry juga melihat Draco Malfoy dan istrinya bersama putra mereka, Scorpius. Malfoy menganggukkan kepala singkat ke Harry, kemudian pergi.

Harry menenangkan Albus, yang khawatir akan masuk ke Slytherin. Ia memberitahu bahwa Severus Snape, dari mana nama Severus diambil, adalah seorang Slytherin dan ia adalah orang yang paling berani yang pernah ditemuinya. Harry juga membocorkan bahwa Topi Seleksi akan mengikuti pilihan seseorang.

Neville Longbottom telah menjadi guru Herbologi dan berteman baik dengan Harry.

Buku ini diakhiri dengan pengungkapan bahwa bekas luka Harry tidak pernah sakit lagi selama sembilan belas tahun sejak Pangeran Kegelapan dikalahkan, dan semuanya berjalan dengan baik.
Baca Selengkapnya....

Open Suse Live USB

Open Suse Live USB adalah distro linux yang bisa dijalankan langsung dari USB flash disk kita sobat. Truzzzz ada juga Open suse live CD yang dijalankan melalui CD/DVD. Tapi kalo menurut saya enakan memakai open suse live USB saja karena lebih praktis.
Cara menjalankanya tidak sulit kok sobat kita hanya perlu mengubah boot priority pada komputer kita. Boot prioritynya diubah menjadi USB. pada saat komputer booting Kita masuk bios trusssssssss ubah deh boot prioritynya , mudah kan???



Berikut ini adalah keuntungan OpenSUSE live USB:
  • Live USB bisa digunakan untuk menyimpan data, berbeda dengan live CD/DVD (yang yang bersifat read only) perubahan bisa kita lakukan sesuai keinginan kita .
  • Lebih cepat dan mudah untuk diakses karena seperti halnya harddisk dalam komputer kita.
  • Berbeda dengan CD/DVD ROM setiap komputer kan belum pasti punya??? tapi kalo USb setiap komputer pasti punya sobat, bahkan sekarang udah ada Mainboard yang port USBnya lebih dari 4.
  • Dapat dimodifikasi dan dioptimasi sesuai dengan keinginan kita karena USB dapat digunakan untuk menyimpan data.
  • Bersifat Mobile, Jika anda meminjam komputer orang lain atau menggunakan komputer ditempat umum, anda bisa menggunakan komputer tanpa harus khawatir terserang virus dengan menggunakan OpenSUSE LiveUSB sebagai media utama
  • Harga FlashDisk relativ murah, karena dengan FlashDisk 1GB yang harganya nggak nyampe 50rb udah bisa bikin OpenSUSE Live USB dengan sisa kapasitas 300 MB, karena OpenSUSE Live USB hanya memerlukan space 700 MB.

Untuk panduan instalasinya silakan baca aja sendiri di di sini
Baca Selengkapnya....

Subnetting

Mungkin bagi temen2 sudah pernah denger kata subneting. klo belum akan saya jelaskan tentang subnetting Ok.
Sekarang kan jaringan internet kan luas banget tu dari seluruh pelosok dunia menggunakan internet, kan nggak mungkin kalau IP Address yang dipakai hanya satu IP network saja. nah itu fungsinya subneting, yaitu mebagi-bagi jaringan menjadi bagian2 yang lebih kecil lagi. misalkan kita punya IP address 172.16.0.0/24 , Itu kan masih alamat network tunggal dan masih dapat dibagi2 lagi menjadi 172.16.1.0/26, 172.16.2.0/26, 172.16.3.0/26 dst. semuanya merupakn subnet dari network 172.16.0.0/24


beberapa alasan membangun subneting
  • Mengoptimasi performansi jaringan
  • Memudahkan manajemen
  • Mengefektifkan jaringan yg dibatasi area geografis luas

Subnet Mask
Agar subnet address yg kita buat dapat bekerja, setiap mesin dalam network haruslah mengetahui bagian mana dari host address yang digunakan sebagai subnet address. Untuk kebutuhkan ini, maka setiap mesin perlu kita beri apa yg disebut subnet Mask.
Digunakan Subnet Mask untuk :
 Membedakan network ID dan host ID
 Menunjuk letak suatu host, apakah berada dijaringan lokal atau jaringan luar
Seluruh bit yg berhubungan dengan network ID di set 1. Sedangkan bit yg berhubungan dengan host ID di set 0
Contoh :
Network Address = 192.168.20.0
Subnet Mask = 255.255.255.224 maka,
• Banyak subnet yg bisa kita produksi:
2 X - 2 = 2 3 – 2 = 6 subnet
dimana ;
X = jumlah bit yg bernilai 1.  224 = 1 1 1 0 0 0 0 0 , ada 3 bit
2 = ( 1 bit untuk network address dan 1 bit broadcast)ddress)
• Banyak host yg valid persubnet :
2 Y - 2 = 2 5 – 2 = 30 host
dimana ;
y = jumlah bit yg tersisa. Oleh karena itu jumlah bit 5 (8-3)
2 = ( 1 bit untuk network address dan 1 bit untuk broadcast address)
• Subnet yg valid :
256 – sub net mask = 256 -224 =32
32 + 32 = 64
64 + 32 = 96
96 + 32 = 128
128 + 32 = 160
160 + 32 = 192
192 + 32 = 224 (stop)  Ini adalah Subnet Mask kita, makanya ia subnet invalid
Jadi yg valid adalah 32, 64, 96, 128, 160,192 jumlahnya ada 6 subnet
• Untuk menentukan host-host mana yg valid :
Subnet 32 64 96 128 160 192
Host Pertama 33 65 97 129 161 193
Host Terakhir 62 94 126 158 190 222

• Untuk menentukan mana broadcast address untuk masing-masing subnet :
Subnet 32 64 96 128 160 192
Broadcast 63 95 127 159 191 223

Contoh :
Network Address = 192.168.20.0
Subnet Mask = 255.255.255.248 maka,

 Banyak subnet yg bisa diproduksi ?
2 X - 2 = 2 5 – 2 = 30 subnet
dimana ;
X = jumlah bit yg bernilai 1.  248 = 1 1 1 1 1 0 0 0 , ada 5 bit
2 = ( 1 bit untuk network address dan 1 bit broadcast address)
 Banyak host yg valid per subnet ?
2 Y - 2 = 2 3 – 2 = 6 host
y = jumlah bit yg tersisa. Oleh karena itu jumlah bit 3 (8-5)
Baca Selengkapnya....

Makna Di Balik Uang 2000an


Tentu pihak uang yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia memiliki arti dan makna tertentu. Jika dilihat, pecahan uang Rp 2000 ini dominan warna abu-abu dengan unsur pengaman berupa tanda air bergambar Pangeran Antasari dengan benang pengaman yang tertanam di kertas uang dan bertuliskan BI2000 berulang-ulang yang akan memendar merah di bawah sinar ultraviolet.

Uang kertas pecahan baru ini juga mengakomodasi kebutuhan para tuna netra dengan menyediakan kode tertentu (blind code) di samping kanan bagian muka uang yaitu berupa kotak persegi panjang yang dicetak secara intaglio.



Bagian Muka


Gambar Tampak
Berupa omamen kalimantan Selatan yang memendar hijau kekuningan jika dilihat di bawah sinar ultraviolet

Gambar Saling Isi ‘RECTOVERSO’
gambar logo BI yang beradu tepat saling mengisi pada bagian depan dan belakang akan terlihat utuh apabila diterawang ke arah cahaya

Mikro Teks
Teks yang hanya dapat dibaca dengan kaca pembesar berupa tulisan “BANKINDONESIA pada angka nominal 2000, tulisan “BANKINDONESIA” membentuk oornamen daerah kalimantan, tulisan “DUARIBURUPIAH” dalam bentuk melingkar dan tulisan “BANKINDONESIA” yang tersusun secara horisontal

Kode Tuna Netra
Kode tertentu untuk mengenal jenis pecahan bagi tunanetra berbentuk sebuah kotak persegi panjang

Cetak dalam ‘INTAGLIO’
Gambar utama, angka nominal, tulisan Bank Indonesia dan Dua Ribu Rupiah serta lambang Negara, terasa kasar apabila diraba

Gambar Tersembunyi
Berupa tulisan BI yang dapat dilihat dari sudut pandang tertentu

Tanda Air
Berupa gambar Pahlawan Nasional Pangeran Antasari yang akan terluhat apabila diterawang ke arah cahaya

Mini Teks
Teks berukuran kecil yang dapat dibaca tanpa kaca pembesar berupa tulisan “BANKINDONESIA”

Benang Pengaman
Benang yang tertanam didalam kertas uang dan memuat tulisan “BI2000″ yang akan memendar berwarna merah jika dilihat di bawah sinar ultraviolet

Bagian Belakang

Mini Teks
Teks berukuran kecil yang dapat dibaca tanpa kaca pembesar berupa tulisan “BANKINDONESIA”

Nomor Seri
3 (Tiga) huruf dan 6 (Enam) angka berukuran tidak simetris yang akan memendar hijau di bawah sinar ultraviolet

Mikro teks
Teks yang hanya dapat dibaca dengan kaca pembesar berupa tulisan “BANKINDONESIA”
Baca Selengkapnya....

New divide (Soundtrack Transformers2)


(Verse 1)
I remembered black skies / The lightning all around me
I remembered each flash / As time began to blur
Like a startling sign / That fate had finally found me
And your voice was all I heard / That I get what I deserve

(Chorus)
So give me reason
To prove me wrong
To wash this memory clean
Let the thoughts cross
The distance in your eyes
Give me reason
To fill this hole
Connect the space between
Let it fill up to reach the truth and lies
Across this new divide

(Verse 2)
There was nothing inside / The memories left abandoned
There was nowhere to hide / The ashes fell like snow
And the ground caved in / Between where we were standing
And your voice was all I heard / That I get what I deserve

(Chorus 2)
So give me reason
To prove me wrong
To wash this memory clean

Let the thoughts cross
The distance in your eyes
Across this new divide

(Bridge)
And every loss and every lie
And every truth that you deny
And each regret and each goodbye
Was a mistake too great to hide

And your voice was all I heard
But I get what I deserve

(Chorus 3)
So give me reason
To prove me wrong
To wash this memory clean
Let the thoughts cross
The distance in your eyes
Give me reason
To fill this hole
Connect the space between
Let it fill up to reach the truth and lies
Across this new divide

Across this new divide
Across this new divide
By. Linkin Park



Baca Selengkapnya....